Pages

Selasa, 18 Desember 2012

Pendidikan dan Arisan Seks Pelajar



            Mencuatnya kabar mengenai arisan seks sejumlah pelajar di Situbondo cukup membuat kita geleng-geleng kepala seraya mengelus dada. Sungguh fenomena yang sangat mencengangkan. Bagaimana tidak, sekolah yang seharusnya memproduksi manusia-manusia unggulan yang berdimensi kepada akhlaq karimah justru melakukan perbuatan tak bermoral.
Melihat kejadian itu pastinya akan timbul pertanyaan di benak kita “sudah seberapa besarkah efek positif proses pendidikan di lingkungan sekolah terhadap para peserta didik?”. Dan atas fenomena ini setidaknya menjadi bukti kecil bahwasannya ada yang kurang beres dengan proses pendidikan di negeri ini.
Kurikulum pendidikan formal nyatanya tidak cukup mampu untuk mengarahkan para pelajar kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang diharapkan mampu merubah keadaan bangsa ini di masa depan. Para pelajar kita saat ini lebih tertarik untuk mendengarkan dan melakukan apa-apa yang “diinginkan” oleh “guru-guru” nonformal selepas sekolah seperti apa  yang disuguhkan oleh televisi, internet, majalah dan lain sebagainya. Ya, media saat ini telah menjadi salah satu “guru” nonformal yang lebih disukai oleh pelajar kita saat ini. Lihat saja budaya mereka dan sosok-sosok yang mereka tiru saat ini. Bukankah itu semua mereka dapatkan dari media. Lantas bagaimana kita seharusnya menyikapi keadaan yang demikian ?.
Pemerintah mungkin adalah pihak yang paling harus bertindak extra dalam menyelesaikan masalah ini, peng-filterisasian tayangan dan konten-konten di media haruslah lebih diperketat. Sehingga ranah pendidikan nonformal –yang lebih berpengaruh terhadap para pelajar- mampu menyokong terhadap apa yang telah diberikan pendidikan formal di sekolah. Dan harapannya ke depan sinergitas yang baik antara visi pendidikan formal dengan konten-konten ranah nonformal mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan mampu menjadi problem solver bagi bangsa kita tercinta ini. []

Yahya Ghulam Nasrullah
Mahasiswa STAI Luqman al-Hakim Surabaya

0 komentar:

Posting Komentar